AFTER JUN

 "Teruslah berkarya kawan kawan meskipun cuma lo doang yang ngerti" Apakah kalian ingat cuitan twit tersebut?atau mungkin kalian ingat dengan sebuah tulisan blogg yang berjudul "Enjoy Your Prime Time In HCPUNK Brader"??. 

Saya bisa dibilang cukup mengidolakan orang ini, dikenal sebagai vokalis Septictank/Djxaa/C84 dan juga orang dibalik blogg "Catatan si roy". Rencana saya melakukan interview ini sebetulnya sudah sejak saya membuat blogg ini, dan akhirnya kesampean juga!

Yullipopes alias Bang Jul.

Foto from Twitter Yullipopes

Saya gak pengen basa basi tanya kabar, semoga kamu sehat selalu ya bang yul, paling yaaa pegel pegel abis tour hehehe ya walaupun ada sesuatu yang agak kurang menyenangkan yang terjadi kemaren di Cirebon, saya bener bener ikut minta maaf banget. Interview ini harusnya live kemaren waktu C84 mampir ke Cirebon, tapi karna satu dan lain hal ya mungkin memang harus via email hahahahaha

Kamu malau malu banget sih orangnya hahaha…


Hehehehe.... Bang yul, bagaimana punk hari ini?

boleh sedikit jelasin perbedaan apa yg paling berasa era sekarang sama era waktu 90an?

 

Ya jelas dari segi media nya , sekarang media lebih bisa mengakomodir kebutuhan skena keselurahan baik berupa individu atau pun band , tapi suka sebel liat statement orang dulu “kalian mah enak zaman sekarang serba gampang , coba dulu” halaaaaah beraaaaakkkk !!!! bukan berarti kegampangan era sekarang mereka jadi males , mereka gak jadi struggle , orang sekarang memaksimalkan semua kemudahannya , they have own struggle !!!

Jawaban awal yang saya suka ni!! Okay, kita ngomongin C84 ya, ide apa yg tercetus sampe akhirnya terbentuklah C84?

 

Basis kami pengen banget ngeband tapi gak ada yg ngajakin hehe , selain itu individu pengen ngeband dengan style music yg berbeda yang gak masuk di band yg lain, sebenernya C84 udah bikin grup WA dari 2019 sebelum pademi tapi baru mulai Latihan awal tahun 2022

Title Kidnapped Demo C84, dengan beberapa judul lagu State Power Crime, A killer, Hate Cops. Siapa yang nulis lirik ini?trus apa yang di jewantahkan sama demo C84 ini?

 

Semua lirik dibikin sama saya reza , sampai saat ini pemerintah masih sangat menyebalkan , masih harus diceritakan , gak ada kata usang untuk menceritakan kegoblokan pemerintah dan semua alat alatnya



C84 cover demo 22

Hmmm.. Saya udah liat C84 live, beberapa kali juga sebelumnya saya liat kamu di youtube. Sebagai vokalis, kamu ada rasa takut ga ketika sebelum maenin lagu kamu bereksplanasi tentang lagu kamu?apalagi dengan judul lagu yang di bawain sama C84 sendiri?


gak takut mas , kalo takut udah nggak ngepunk lagi dari dulu bukankah itu ide awal dari hcpunk itu sendiri , saya lebih takut sama istri saya mas hiks. I just belive satu suara akan menjadi banyak suara bila mereka mendengarnya


Oah, nice words mas yul!! Formula atau ide yang kamu tuangin buat C84 sama gak sih sama ide buat Septictank?

 

Btw saya di septictank personal paling baru mas , jadi ide di septictank udah ada duluan sebeum saya masuk , klo C84 jelas beda klo dibandingin septictank , c84 itu terpengaruh band2 UK 84 dan hardcore 80an ,injakan kick drum sekali gentian sama pukulan drum sekali ganti gentian , dengan lirik yg marah marah…siapa yang gak suka…


Kamu pernah nulis di Catatan si roy, bahkan kamu pernah nge twitt sarkasm soal Abang Abangan di skena, kayanya semua kota punya problem yang sama sih soal ini. Tapi, saya penasaran apa yang paling bikin kamu kesel soal ini?


yang paling kesel adalah Ketika era dulu membandingkan dengan era sekarang dengan mengdiskreditkan era ini , hegemoni2 romantisan sialan terus aja disuarakan padahal gak ngapa2in sekarang…


hahahahaha yess dan saya setuju, btw sebagai manusia biasa pastinya kita semua punya ego, sekeras atau se egois apa sih isi kepalamu tentang skena? yang kamu mau skena hc punk yang seperti apa?

 

Gak ada bentuk yang ideal dari skena gak pernah ada konsepnya , beda kepala beda isi kepala , asal benang merahnya dibawa , jalanin yang kalian percayai , tapi selalu ada konsekuensinya , jangankan anak hcpun , normal people aja selalu ada konsekuensinya, hc punk pengen jadi orang baik aja karna di akhir paragraph yang mereka kenang hanyalah orang orang baik

Hmm okay, kalo kamu boleh pilih, kamu pilih Record Label yang ngerilis ulang terus band band lama dengan album lama mereka atau Record Label yang ngerilis band band baru dengan Album baru?

 

Pasti Pilihan kedua lah gak ada keraguan lagi !!!

Udah serius banget yak dari tadi hehehe, bang yul selain band band Harkor punk, apa yang lagi kamu dengerin?

 

Gw dngerin RnB mas , gw klo gak kenal hcpunk mungkin gw jadi anak rnb hahaha



Foto execution by @_agarsupaya (Ig Account)

Bang yul, kemaren kita sempet ngobrol ngobrol kamu bilang Septictank bakal rilis album baru ni, bocoran dong bakal berapa lagu? trus abis ini apa lagi rencana rencana baik C84?

 

Akan ada 8 lagu baru dari septictank , dengan tingkat keseriusan yang tinggi , album ini sebanding dengan arti keseriusan, C84 bakal bikin lagu baru , pengen bikin album isi 12 lagu , memasukan beberap lagu yang di demo ditrack ulang lagi , mudah mudahan lah ya , punya album dan tour ke antariksa yang nonton alien


Sangat di tunggu bang yul! Ok bang yul, saya skali lagi ucapin terima kasih banget udah luangin waktu buat jawab jawab interview saya yang harusnya ini interview langsung kemaren, saya seneng banget akhirnya bisa interview kamu ni.
nah, saya punya beberapa pertanyaan terahir dan random buat kamu.


Negative Approach apa Crucifix?


CRUCIFIX


Liburan sama Istri atau Tour?


SAMA ISTRI LAH


Septictank atau C84?


Kedua band ini klo disandingkan mengakomodir ego ego saya mas , jadi saya pilih keduanya


Amon atau bang Ips?


Amon bang ips selalu di hatiiiii

Pesan pesan kamu dong bang yul buat saya atau mungkin buat semua yang bakal baca interview kamu ini jadi penutup interview kita.

Baca lirik milisi kecoa !!!! masih relevan sampai sekarang !!!


C84 Demo (Kidnapped Tour 23 Edition) Foto by me.

Instagram Akun : @yullipopes

Twitter : @yullipopes

Blogg : catatansiroyy.blogspot.com

Septictank Ig Akun : @septictankpunk

crime84.bandcamp.com

JAGERNAUT ETERNAL RITES DEBUT

Senang sekali setelah hiatus lama tidak melakukan interview, akhirnya Skitchain bisa kembali melakukan interview bahkan mungkin di tahun 2023 ada beberapa antrean interview yang harus di kejar!

Yess, bicara soal Grindcore pastinya gak akan jauh dari Napalm Death, Repulsion, Terrorizer etc. Kali ini skitchain berkesempatan melakukan Interview dengan salah satu band yang baru saja merilis debut EP Mereka yang bertitle 'Eternal Rites'.


Jagernaut font


Hallo Jagernaut, bagaimana kabar kalian?monggo, perkenalkan diri kalian, sesingkat mungkin, sila sekaligus jelaskan hingga penamaan band kalian Jagernaut.

Hallo, kami Jägernaut!! Terbentuk pertengahan tahun 2022 di kota cirebon, karna benturan yang cukup keras. Benturan antar polemik pemikiran lima kepala yang berbeda asumsi namun suka kecepatan,dalam segi musik tentunya.
Jägernaut are : Dëff (Vocal), Röbb (Guitar), Föron666 (Bass), Prï (Guitar), Güts (Drum).

Penamaan Jägernaut spontan dan di sepakati oleh kami berlima, Jägernaut, dia aslinya dari bahasa sansekerta Jagannātha, yang berarti 'raja alam semesta'adalah salah satu dari banyak nama Sri Krishna dalam kitab suci Veda yang di representasikan sebagai kendaraan yang menghancurkan apapun yang dilewatinya, dengan kekuatan yang maha dahsyat. Dan kami pun menggenggam semangat bahwa dengan penamaan Jägernaut kami akan terus maju untuk menyuarakan perlawanan lewat musik dan tidak ada yang bisa menghentikan dalam kebebasan bermusik kami.

Eternal Rites memiliki Materi yang cukup sugih disuguhkan oleh Jagernaut, saya rasa ini bisa di bilang Death Grind, atau Grindcore death Metal, apakah kalian sudah mempunyai konsep musik sedari awal akan seperti ini?

Pada awalnya kami hanya tulus ingin bermusik, dan memuntahkan semua emosi & menyampaikan sebuah pesan di pikiran dalam bentuk karya musik. Kami berlima sangat menyukai bereksplorasi dalam bermusik agar mempunyai identitas musik kami sendiri seperti bermain tempo yang berbeda dalam satu lagu
& memberikan chord - chord diminish, dan akhirnya lahirlah ke semesta yaitu Eternal Rites.

Yess, sekali lagi saya katakan materi EP kalian cukup kompleks, dengan lead guitar yang begitu apik di tengah distorsi grindcore yang kalian usung, jujur saja saya begitu tertarik hingga mengulang terus Pulverise Throne di track ke dua di EP kalian, bagaimana kalian berproses membuat materi?jelaskan.

Pulverized Throne kami temukan dengan cara workshop, dengan sedikit arak, lalu banyak, tumpahlah riff riff seperti itu yg berasal dari kepala Güts (drummer kami), dan pada Pulverized Throne ini kami terinspirasi Beat Drum Terrorizer, Sayatan Gitar Morbid Angel era Convenant & Raungan Lead dari Trey Azagtoth. Bagaimana Kami Berproses membuat materi adalah dengan menenggak arak serasa tangan ini memainkan riff - riff dengan sendirinya dan inspirasi mengalir seperti aliran sungai yang mengalir!.


Jagernaut member Foto shoot

Menarik, sebelumnya maafkan saya karna tidak bisa mendengar jelas lirik kalian atau bahkan belum membaca lirik kalian. Dengan judul2 EP kalian, tertuju pada judul Propaganda, hmm sebenenya saya punya firasat, tapi lebih baik bertanya. Issue apa yang kalian angkat dalam EP kalian?dan siapa yang menulis lirik?

Sebenarnya kami berlima tahu garis besar atau benang merah lirik yang di tulis oleh Dëff, tapi lebih baik dia bertanggung jawab atas apa yg dia tulis, jadi Dëff akan menjawabnya dengan gamblang agar lebih pekat merah yang ada di benang nya.

Dëff : Seperti umumnya, tema lirik Jägernaut tidak jauh dari politics, war, and religion tapi ada beberapa lirik yang saya tulis bertema amarah, sedikit bumbu dari nihilisme, dan tentang keabadian momentum.

Menarik segera saya akan membaca lirik kalian di booklet kaset kalian!. ngomongin soal musik, Saya rasa karakter sound kalian bisa dikatakan old school. apa refernsi kalian membuat Eternal Rites?apakah semua member Jagernaut punya refernsi musik yang sama?

Apa yang kami suka semua berbeda, adakalanya manusia pun harus bersatu padu untuk tujuan yang sama walaupun kita semua berbeda. Kami berlima memiliki tujuan untuk meluapkan semua emosi & menyampaikan pesan. Pada Jägernaut ini dan kami pun semua melepas semua baju perbedaan untuk berenang di lautan musik extreme ini. Referensi dalam Eternal Rites ini kami untuk merujuk pada roots grindcore & deathmetal seperti Repulsion, Napalm Death, Terrorizer & Morbid Angel.

Eternal Rites rilis, saya begitu terkesan ketika tau kalian merilis secara mandiri atau bisa di bilang Self Release. Masih dengan format kaset, di era serba mudah ini dengan banyak nya streaming musik, seberapa penting menurut kalian soal streaming musik?dan apakah karya kalian selanjutnya akan bekerja sama dengan Label?atau akan terus self release?

Pada era ini mungkin Digital Music Platform sangat mudah untuk memperkenalkan sebuah
karya musik, tapi kami lebih mengutamakan rilisan fisik karena untuk keberlangsungan proses
berkarya kelanjutan bagi jagernaut itu sendiri. ONLY PHYSICAL RECORD IS REAL !

Yep, sekali lagi saya ucapkan selamat atas perilisan debut EP Kalian. Bagaimana, band seperti kalian saya rasa tak akan lepas dari esensial direct selling rilisan dan merch kalian untuk pemasukan,apakah setelah ini kalian punya rencana untuk Tour?

Sebuah band itu memang harus wajib tour untuk mempromosikan karyanya, tetapi
bertemu kawan baru di tempat yang kami kunjungi lebih menarik apalagi dengan berbagi
alcohol bersama lebih menyenangkan lagi pastinya !


Jagernaut Live Foto Shoot

That's True! Saya rasa saya harus bertanya soal ini karna saya merasa sangat bosan dengan fenomena ini. 3 sampai 4 tahun kebelakang banyak sekali bermunculan band2 yang bertemakan Blackned, Blackned Hardcore, Blackned Grindcore and all about Blackned. Bagaimana tanggapan kalian tentang ini? As a band, apakah kalian punya niatan ke arah sana?

Menurut kami dengan fenomena tersebut adalah masa bodoh saja, sejatinya jagernaut ini peran utamanya hanya meluapkan emosi,menyampaikan sebuah pesan & kami pun ingin selalu berbeda dari apa yang sudah ada, seperti jawaban kami diatas 'kami sangat menyukai bereksplorasi dalam bermusik agar memiliki identitas kami sendiri' oleh sebab itu dari album ke album lainnya Jägernaut pasti memberikan konsep - konsep baru .

ah ya, saya punya alasan kenapa tertarik melakukan interview Jagernaut selain karna kalian juga baru saja merilis EP, menurut saya kalian berani memilih langkah yang berbeda. Menurut kalian bagaimana perkembangan skena musik di Cirebon?

Perkembangan scene di cirebon sudah mulai cukup maju, banyak band baru & wajah baru yang mengisi di scene ini. Dengan hadirnya Jägernaut ini kami harap kawan - kawan bisa menyerap semangat & energi Jagernaut untuk berani berkarya pada band kalian ! cheeersss !

Mungkin kita semua tau, bahwasanya Grindcore pasti berkaitan dengan issue politik. Seberapa besar kalian peduli dengan carut marut kondisi politik di sini? (Di negara ini) atau apakah 666% tidak peduli?

Di tema lirik Eternal Rites sangat menyindir pada isu politik saat ini, dapat disimpulkan bahwa Jägernaut sangat mengkritisi politik di negara ini yang antah berantah tersebut.

Okay, oh ya. akhir akhir ini marak sekali terjadi pelecehan seksual, bagaimana menurut kalian tentang hal ini?

FOAD untuk kalian yang pernah melakukan pelecahan seksual !, kami siap untuk menancapkan trisula ke kepala kalian para pencundang! tidak ada tempat untuk pelaku pelecehan seksual di gigs atau tempat manapun.

Yess no space buat para pelaku pelecehan seksual di manapun!!!
Lanjut nih, Sebagai band sudah pasti memiliki niat jahat untuk membuat full album. setelah Eternal Rites, apa yang akan kalian garap?

Ya pastinya kami akan membuat album, sekarang kami baru mempunyai 2 materi untuk debut full album kami yang pasti sangat berbeda konsep dari Eternal Rites, memasukan referensi di luar jalur extreme musik dan kami sangat menyukai itu.


Jagernaut Eternal Rites Debut EP 

Siap sangat menarik untuk di tunggu! Last question. ini pertanyaan yang agak menyimpang, apa yang terbesit di pikiran kalian jika mendengan kata 'Hacker'?
hehehehehehehehehe 

Nasum atau Phobia?
Repulsion atau Gride?

Hahahahaha, kalo mendengar kata 'Hacker' pasti selalu mengingat salah  satu nama teman kami
Jika memilih nasum atau phobia, kami pilih phobia.
Yang pastinya Terrorizer, itu adalah inspirasi kami haha

Terima kasih banyak Jagernaut atas waktunya. Still Madness n Grind on!!
Silahkan beri penutup untuk interview kali ini.

Terimakasih untuk skitchain yang sudah rela memberi interview Jägernaut dan terimakasih juga untuk
kawan - kawan yang sudah membaca interview ini.

EXTREME MUSIC FOR EXTREME PEOPLE !



Instagram : @__jagernaut















Journal singkat Blackdust Showcase 2022

Logo Blackdust Records

Tanggal 16 di bulan penghujung tahun, saya bersama teman saya berangkat menuju ibu kota menggunakan kereta api pukul 13.55 siang hari untuk menjadi saksi pertama dan mungkin kali terakhir sebuah Label Records berbasis Hardcore Punk lokal membuat sebuah Showcase.
Sampai di stasiun gambir pukul 16.55, di sambut hujan rintik di Jakarta. Rencana menuju Rossi Musik Fatmawati menggunakan ojek online motorpun akhirnya gagal karna kami takut di tengah perjalanan hujan semakin besar, dengan keterbatasan pengetahuan kami soal angkutan umum di Jakarta akhirnya kami memutuskan sesegera mungkin untuk order Ojek Online mobil. Tak lama kemudian datanglah orderan mobil tersebut, akhirnya kami berdua berangkat, dengan kesepakatan bersama kami menuju penginapan terlebih dulu karna waktu cek in hanya dibatas sampai jam 10 malam saja, karna kami khawatir pesanan penginapan itu gagal karna terlambat nantinya, sekaligus untuk menyimpan barang kami yang agaknya akan mengganggu nantinya di venue.

Ya, ucapan selamat datang di oleh Jakarta adalah hujan rintik ditambah kemacetan khas di jam pulang kerja ibu kota menambah romantisme jalanan penuh kesal. Dalam hati, ah pasti kita berdua bakal telat sampai venue dan tertinggal 2 atau 3 band yang gak mungkin kita berdua tonton. 90 menit kurang lebih kami berada di jalan sampai akhirnya kami sampai di penginapan. Rampung kami menaruh tas dan barang barang milik kami, kamipun berjalan sedikit untuk mencari warung nasi sekitaran penginapan untuk mengisi perut kami yang sudah keroncongan sejak di kereta tadi. Selesai makan kamipun bergegas memesan angkutan online kali ini karna hujan sudah mereda kami sendiri sendiri menggunakan ojek online motor. 

Sampailah kami di Rossi Musik Fatmawati, seturun nya kami dari motor dan membayar ojek online saya di sambut oleh senyuman salah seorang teman rantauan asal padang yamg merantau ke Bandung untuk bekeeja yang ternyata dia pun baru saja sampai venue karna dari Bandung juga terjebak macet di jalan.
Setelah kami ngobrol sebentar kami berjalan masuk menuju venue, menyapa teman teman yang sudah sampai di sana sekaligus bertemu dengan teman yang juga sudah janjian sejak lama untuk bertemu di sana, menukar tiket dan bertanya tanya pada teman tentang acara nya. Benar saja, saya dan teman saya terlambat dan gak bisa menyaksikan show Bored dan Crittical Issues, fukkk! Padahal saya sangat penasaran dengan dua band tersebut, tapi okay lah karna line up malam itu semua band mau saya saksikan.


Photo by Marun 

Tidak berselang lama setelah saya menukar tiket dan menyempatkan berbincang dengan teman teman di situ, teriakan untuk mengajak masuk merangsang telinga saya "Zip...zip nih". Gak banyak pikir panjang, saya dan teman teman saya bergegas masuk untuk menyaksikan band Hardcore yang saya juga tunggu tunggu. Setalah kami di dalam Zip sudah bersiap, tanpa basa basi Yanuar dkk melepaskan Intro yang sangat familiar di telinga saya, hentakan suara sner drum layaknya tentara sedang berlarian dan distorsi yang mengaung ala band band 80's Hardcore di lepas oleh Zip. Membuka show nya dengan begitu agresive, mereka memainkan sekitar 6 sampai 7 lagu seperti Target Practice, Bastard Brew dan satu lagu cover. Baru saja saya melihat aksi Zip saya begitu senang, atmospher malam itu di Rossi Musik begitu mempesona, keringat tipis tipis pemanasan pun mulai keluar dari tubuh saya yang menandakan ini baru saja dimulai!

Selesai aksi Zip, saya keluar sejenak untuk mencari angin karna di dalam sangat panas, sambil ngobrol ngalor ngidul bersama teman teman saya pun berkeliling mencari lingkaran alkohol yang sayapun tak kunjung bertemu, bertanya ke teman teman dekat di sana ternyata membeli nya pun jauh, shit.

Tak berselang lama, lalu Massakre mengambil alih. Mereka bersiap, sayapun kembali masuk ke dalam untuk menyaksikan mereka, meski saya bisa terbilang cukup sering menyaksikan mereka tapi sepertinya rugi kalo ga nonton juga.

Massakre memainkan set list nya dari Ep Morbid Extinction mereka yang baru saja rilis di bulan juni lalu. Distorsi tebal, pukulan drum khas Stenchcore ,di tambah vokal yang growl membuat malam itu semakin panas. Lagu demi lagu mereka mainkan dengan sempurna malam itu. Sebelum lagu terahir saya keluar karna saya gak kuat nahan keringat di dalam, alhasil saya keluar meninggalkan teman teman yang masih di dalam untuk mencari angin.
Di luar saya menyempatkan diri untuk ngobrol ngobrol bersama teman teman, melihat lihat lapakan dan membeli salah satu rilisan di sana.

Kali ini giliran Hellowar lah yang harus bertanggung jawab atas font mereka yang tertempel di pamflet Blackdust Showcase. Ah, inilah band yang saya tunggu, meskipun mereka masih bersiap siap, saya lebih dulu masuk. Bersiasat agar saya bisa dapat saf paling depan untuk bisa ikut serta sing a long lagu mereka.
Suara sound distorsi mereka sudah keluar, seakan mengejewantahkan kehadiran mereka di tengah panas nya Rossi Musik malam itu. Ya, membuka dengan lagu Epidemi, saya bersama teman teman saya di barisan paling depan ikut bernyanyi, lompatan lompatan moshing di tambah pogo liar di blakang begitu enerjik, sayapun beberapa kali kena hantaman tapi itu sama sekali gak membuat saya mundur dari depan. Sampai di lagu Punk Cinta Damai selesai, saya menyerah dan akhirnya mundur dari barisan depan, sayapun gak tuntas menyaksikan Kerbau Perang mengambil alih panggung malam itu dan lebih memilih untuk keluar duluan.

Photo by Penulis

Setelah Hellowar selesai, waktunya band yang semua orang di sana menunggu aksi panggung nya. Yap, Sial. 
Band asal Singapunx yang juga sedang melakukan Tour di Indo sedang bersiap, semua orang di luar merangsak masuk, mungkin ini lebih penuh dari band band sebelumnya, lebih penuh sesak. Lagu demi lagu di mainkan,sampai berkumandang lagu Tikam Lidah, Tari Pemusnah Kuasa, Hasta dan banyak lagi. Moshing, Pogo yang begitu liar, stage diving, menjadi pemandangan yang begitu mempesona malam itu. Sampai akhirnya mereka mentutaskan tugas mereka di Jakarta yang sekaligus kota pembuka Tour mereka di Indo.

Tak terasa memang, selesai Sial saya dan teman teman keluar, bersitirahat, ngobrol ngalor ngidul, sampai akhirnya kami memutuskan untuk lebih dulu pulang ke penginapan karna tubuh sudah terasa lelah. Akhirnya saya dan teman teman berpamitan dengan teman teman di sana.

Hati saya begitu senang bisa menjadi saksi Blackdust Showcase, mungkin ininkali pertama dan terakhir label Records Bangsat ini membuat showcase. Malam itu seakan rasa kesal di tengah kemacetan di Jakarta tadi hilang begitu saja, show yang begitu intim di gelar begitu saja oleh Blackdust Records, label Records kawakan yang selalu saja punya stock band band bagus, merekomendasi band band Hardcore yang selalu bagus. Semoga, di waktu waktu selanjutnya akan adalagi show seperti ini di manapun dan siapapun yang membuat. Bukan saja di Jakarta, Bandung atau kota kota besar yang lain, saya harap suatu saat saya dan teman temanpun bisa membuat show seperti ini di kota sendiri.

Terimakasih Blackdust Records, Panjang umur selalu!


Photo by Penulis

Photo by Penulis

Instagram : @blackdustrecords



salam
Penulis



RINGKASAN ABOMINATION OVER JAVA 2022

Setelah kita semua dihantam pandemik selama kurang lebih dua Tahun, akhirnya tahun 2022 Incinerated kembali membangun jadwal dan merealisasikan agenda Tour mereka setelah tertunda pasca debut rilis Album mereka yang bertajuk "Stellar Abomination".  Delapan kota deal dan menyetujui kedatangan Incinerated dalam lawatan Tournya di setiap akhir pekan pada bulan Oktober & November, Seperti Surabaya, Batu, Kediri, Solo, Semarang, Yogyakarta, Tangerang dan Bogor. Beberapa kota tersebut adalah kota baru untuk Incinerated untuk didatangi.

Flyer by Y.F

Bulan Tanggal tujuh di Bulan Oktober, mereka berangkat menuju tiga kota pembuka di Jawa Timur.
Surabaya menjadi kota pertama untuk mereka datangi, Surabaya cukup mengejewantahkan cuaca panasnya dengan line up yang begitu agressive seperti Marax, Deathroned, Dissposed, Unscared, Bloodfed, Slugs dan Dissident. Malam yang cukup panas, walopun di luar Venue gerimis turun cukup lama, tapi arak dan obrolan - obrolan teman teman di sana yang begitu Intens menjadikan malam itu sempurna untuk kota pertama Incinerated. Sampai di penghujung, Incinerated menggeber dengan enam lagu dalam setlist nya. Singkatnya, setelah acara selesai Incinerated bersama rekan rekan dari Surabaya menuju tempat Makan dan untuk beristirahat, menyimpan energi untuk besok.

Keeseokan harinya, Pada siang hari mereka berangkat menuju batu. Tepat dihari ke tujuh, Incinerated datang ke kandang Singa yang baru saja tertimpa musibah, (RIP Kanjuruhan).
singkat saja, mereka sampai di Venue sore hari menjelang malam. Sangat berbeda dengan Surabaya kemarin, kota Batu sangat dingin di tambah Venue yang dibuat oleh Ciwen dan rekan Titik Dua Kolektif di tengah kebun sayur milik warga, sangat menarik hasrat untuk menenggak arak sekedar menghangatkan suhu tubuh. Moor, Deafen, Intracranial, Down of Impurity dan Deathroned menjadi Line Up di kota Batu kala itu.
Setelah acara selesai, Incinerated bersama Ciwen dan rekan rekan Titik Dua Kolektif menuju tempat istitahat, sayang sekali, setelah Batu salah satu member Incinerated harus lebih dahulu pulang dan akan show dengan empat orang karna satu dan lain hal.

Show must go on, Tour tetap berlanjut. Keesokan hari nya Incinerated berangkat ke terminal menuju Kota terahir di Jawa Timur yaitu Kediri. Sebuah insiden terjadi ketika Incinerated menujur ke Kediri setelah Batu yang mengakibatkan keterlambatan yang agak sedikit parah memakan waktu, tapi sesampai nya di sana, Incinerated tetap disambut dengan begitu baik oleh Dodo dan rekan rekan Endless Riot. Tak makan waktu begitu lama, Incinerated membuka Lapakan niaga mereka dan melakukan show mereka di kota terahir Jawa Timur.

Photo by Titik Dua Kolektif

Pekan berikutnya, Incinerated melanjutkan perjalanan Tour mereka ke Solo dan semarang. di tanggal 15 Oktober, Incinerated berangkat pagi hari dari Cirebon menuju kota Solo, sore hari sesampai di Solo Incinerated di sambut hangat oleh mas Beni dan rekan rekan Alengka Management. Karna waktu yang mepet, dari Stasiun Purwosari  Incinerated berangkat menuju venue untuk melakukan cek sound dan lanjut malam harinya Incinerated Bersama Gloom, Deathroned, Monster Kid, menyalakan api untuk kota Solo yang begitu ramah menyambutnya. Selesai acara, Incinerated bersama mas Beni dkk Alengka menuju tempat Istirahat, dengan arak khas jawa yang ramah di namai Gedang Khlutuk, Incinerated bersama mas Beni dan rekan rekan menghabiskan malam dengan obrolan obrolan hangat.

Esok siangnya berangkat menuju Semarang dengan bus umum, tak makan waktu begitu lama karena jarak Solo - Semarang tak begitu jauh Incinerated sampai di Semarang, lalu lanjut menuju ke rumah teman kami (Dodi) untuk beristirahat sebelum show. Dodi dan rekan rekan Pinggiran Kota Kolektif lah yang membantu Incinerted membuka titik tour di Semarang, dengan Studio Gigs yang begitu intim bersama Crush Off, Ventor, Slakter, Incinerated membawa panas nya kota semarang dengan api yang menyalak malam itu, bertukar energi dengan putaran gedang khlutuk yang tiada henti.
Selesai dari Semarang, Incinerated punya waktu istirahat lumayan panjang singkatnya sampai tanggal enam November Incinerated berangkat ke Yogyakarta untuk kota enam mereka.

Gloria Nox Aeterna, itulah nama acara di Yogyakarta. Berangkat dari Cirebon pukul tiga dini hari Incinerated sampai di Yogyakarta pukul dua belas siang. Langsung menuju Venue untuk melakukan Cek Sound, kami di sambut ramah tamah oleh Yoga, Okta dkk di Yogyakarta. Incinerated bersama Doldrey, Nokturnal, Durga, Masakre, dan Deathroned menuntaskan tugas nya di Yogyakarta. Begitu hangat malam itu, bertemu rekan rekan di Yogyakarta dengan obrolan, dan di tambah minuman yang terus tiada habisnya.

Selesai dari Yogyakarta, pekan berikutnya Incinerated berangkat menuju Tangerang dan Bogor. Dua kota terakhir untuk Abomination Over Java Incinerated Tour. 

Dua belas November Incinerated melanjutkan Tournya berangkat menuju Tangerang - Bogor. karna satu dan lain hal Y.N absen untuk Tangerang - Bogor maka sesi live show Incinerated di isi oleh Inferno. 


Photo by Gloria Nox Aeterna

Photo by Gloria Nox Aeterna

Sampai di Tangerang Incinerated langsung menuju Venue (Jogja Studio), Studio kawakan yang sering di pakai untuk beberapa band Tour menurut Beryl dkk Tangerang di sana. Malam itu atmosphere Tangereang yang panas di isi line up dengan beberapa band seperti Dishold, Malam Jumat, Extreme Hate, Molenvlien. Beberapa botol homer hasil belanjaan bos Beryl dkk pun menjadi tambahan penghangat malam itu. Beres, Incinerated dkk Tangerang pun di ajak untuk berkuliner nasi Jagal malam itu sebelum akhirnya beristirahat di kediaman Bimo.

Esok sore hari di bawah mendung nya langit Tangerang, Incinerated berangkat menuju Bogor. Kota terahir dalam lawatan Tour Abomination Over Java. Bertepatan dengan Showcase Gutless Recs, Incinerates juga di bantu oleh Yogga Beges, dan Latif untuk show mereka di Bogor. Bersama Infitar, Finsmooth dll nya Bogor yang hujan sejak siang hari menjadi hangat, sampai di penghujung waktu acarapun selesai dengan ssempurna, tidak ada insiden apapun ataupun issue apapun di sana. Bogor menjadi kota terakhir yang begitu hikmat untuk Abomination Over Java Tour Incinerated.

Incinerated melakukan Tour secara mandiri tanpa sponsor apapun dan darimanapun, bermodalkan Komunikasi dan koneksi, uang pribadi masing masing member dan perniagaan seperti merch & rilisan yang mereka punya, mereka berangkat dengan esensi Underground yang masih mereka percaya.

Tulisan ini benar benar sesederhana mungkin dan sesingkat mungkin, sedikit atau mungkin kecil bentuk nya rasa Terima Kasih Incinerated, tulisan ini mewakili didedikasi untuk semua teman - teman yang dengan tulus hati membantu membuka jalur atau titik untuk tour Incinerated. Maaf jika ada nama orang, Tempat, Kota, Kolektif atau apapun yang tidak kesebut namanya.

Terima Kasih banyak, Semoga Incinerated bisa kembali ke kota teman - teman tadi atau bahkan bisa menambah daftar kota untuk tour tour selanjutnya. 

Photo by Titik Dua Kolektif

Photo by Fadhil (Gone Blind Recs)

Salam
- Penulis


DEATHRONED

Surabaya Death Metal unit, Deathroned . Bergerilia di bawah tanah sejak tahun 2015, mereka mengawali debut Demo mereka ditahun 2016 lalu Spl...