Journal singkat Blackdust Showcase 2022

Logo Blackdust Records

Tanggal 16 di bulan penghujung tahun, saya bersama teman saya berangkat menuju ibu kota menggunakan kereta api pukul 13.55 siang hari untuk menjadi saksi pertama dan mungkin kali terakhir sebuah Label Records berbasis Hardcore Punk lokal membuat sebuah Showcase.
Sampai di stasiun gambir pukul 16.55, di sambut hujan rintik di Jakarta. Rencana menuju Rossi Musik Fatmawati menggunakan ojek online motorpun akhirnya gagal karna kami takut di tengah perjalanan hujan semakin besar, dengan keterbatasan pengetahuan kami soal angkutan umum di Jakarta akhirnya kami memutuskan sesegera mungkin untuk order Ojek Online mobil. Tak lama kemudian datanglah orderan mobil tersebut, akhirnya kami berdua berangkat, dengan kesepakatan bersama kami menuju penginapan terlebih dulu karna waktu cek in hanya dibatas sampai jam 10 malam saja, karna kami khawatir pesanan penginapan itu gagal karna terlambat nantinya, sekaligus untuk menyimpan barang kami yang agaknya akan mengganggu nantinya di venue.

Ya, ucapan selamat datang di oleh Jakarta adalah hujan rintik ditambah kemacetan khas di jam pulang kerja ibu kota menambah romantisme jalanan penuh kesal. Dalam hati, ah pasti kita berdua bakal telat sampai venue dan tertinggal 2 atau 3 band yang gak mungkin kita berdua tonton. 90 menit kurang lebih kami berada di jalan sampai akhirnya kami sampai di penginapan. Rampung kami menaruh tas dan barang barang milik kami, kamipun berjalan sedikit untuk mencari warung nasi sekitaran penginapan untuk mengisi perut kami yang sudah keroncongan sejak di kereta tadi. Selesai makan kamipun bergegas memesan angkutan online kali ini karna hujan sudah mereda kami sendiri sendiri menggunakan ojek online motor. 

Sampailah kami di Rossi Musik Fatmawati, seturun nya kami dari motor dan membayar ojek online saya di sambut oleh senyuman salah seorang teman rantauan asal padang yamg merantau ke Bandung untuk bekeeja yang ternyata dia pun baru saja sampai venue karna dari Bandung juga terjebak macet di jalan.
Setelah kami ngobrol sebentar kami berjalan masuk menuju venue, menyapa teman teman yang sudah sampai di sana sekaligus bertemu dengan teman yang juga sudah janjian sejak lama untuk bertemu di sana, menukar tiket dan bertanya tanya pada teman tentang acara nya. Benar saja, saya dan teman saya terlambat dan gak bisa menyaksikan show Bored dan Crittical Issues, fukkk! Padahal saya sangat penasaran dengan dua band tersebut, tapi okay lah karna line up malam itu semua band mau saya saksikan.


Photo by Marun 

Tidak berselang lama setelah saya menukar tiket dan menyempatkan berbincang dengan teman teman di situ, teriakan untuk mengajak masuk merangsang telinga saya "Zip...zip nih". Gak banyak pikir panjang, saya dan teman teman saya bergegas masuk untuk menyaksikan band Hardcore yang saya juga tunggu tunggu. Setalah kami di dalam Zip sudah bersiap, tanpa basa basi Yanuar dkk melepaskan Intro yang sangat familiar di telinga saya, hentakan suara sner drum layaknya tentara sedang berlarian dan distorsi yang mengaung ala band band 80's Hardcore di lepas oleh Zip. Membuka show nya dengan begitu agresive, mereka memainkan sekitar 6 sampai 7 lagu seperti Target Practice, Bastard Brew dan satu lagu cover. Baru saja saya melihat aksi Zip saya begitu senang, atmospher malam itu di Rossi Musik begitu mempesona, keringat tipis tipis pemanasan pun mulai keluar dari tubuh saya yang menandakan ini baru saja dimulai!

Selesai aksi Zip, saya keluar sejenak untuk mencari angin karna di dalam sangat panas, sambil ngobrol ngalor ngidul bersama teman teman saya pun berkeliling mencari lingkaran alkohol yang sayapun tak kunjung bertemu, bertanya ke teman teman dekat di sana ternyata membeli nya pun jauh, shit.

Tak berselang lama, lalu Massakre mengambil alih. Mereka bersiap, sayapun kembali masuk ke dalam untuk menyaksikan mereka, meski saya bisa terbilang cukup sering menyaksikan mereka tapi sepertinya rugi kalo ga nonton juga.

Massakre memainkan set list nya dari Ep Morbid Extinction mereka yang baru saja rilis di bulan juni lalu. Distorsi tebal, pukulan drum khas Stenchcore ,di tambah vokal yang growl membuat malam itu semakin panas. Lagu demi lagu mereka mainkan dengan sempurna malam itu. Sebelum lagu terahir saya keluar karna saya gak kuat nahan keringat di dalam, alhasil saya keluar meninggalkan teman teman yang masih di dalam untuk mencari angin.
Di luar saya menyempatkan diri untuk ngobrol ngobrol bersama teman teman, melihat lihat lapakan dan membeli salah satu rilisan di sana.

Kali ini giliran Hellowar lah yang harus bertanggung jawab atas font mereka yang tertempel di pamflet Blackdust Showcase. Ah, inilah band yang saya tunggu, meskipun mereka masih bersiap siap, saya lebih dulu masuk. Bersiasat agar saya bisa dapat saf paling depan untuk bisa ikut serta sing a long lagu mereka.
Suara sound distorsi mereka sudah keluar, seakan mengejewantahkan kehadiran mereka di tengah panas nya Rossi Musik malam itu. Ya, membuka dengan lagu Epidemi, saya bersama teman teman saya di barisan paling depan ikut bernyanyi, lompatan lompatan moshing di tambah pogo liar di blakang begitu enerjik, sayapun beberapa kali kena hantaman tapi itu sama sekali gak membuat saya mundur dari depan. Sampai di lagu Punk Cinta Damai selesai, saya menyerah dan akhirnya mundur dari barisan depan, sayapun gak tuntas menyaksikan Kerbau Perang mengambil alih panggung malam itu dan lebih memilih untuk keluar duluan.

Photo by Penulis

Setelah Hellowar selesai, waktunya band yang semua orang di sana menunggu aksi panggung nya. Yap, Sial. 
Band asal Singapunx yang juga sedang melakukan Tour di Indo sedang bersiap, semua orang di luar merangsak masuk, mungkin ini lebih penuh dari band band sebelumnya, lebih penuh sesak. Lagu demi lagu di mainkan,sampai berkumandang lagu Tikam Lidah, Tari Pemusnah Kuasa, Hasta dan banyak lagi. Moshing, Pogo yang begitu liar, stage diving, menjadi pemandangan yang begitu mempesona malam itu. Sampai akhirnya mereka mentutaskan tugas mereka di Jakarta yang sekaligus kota pembuka Tour mereka di Indo.

Tak terasa memang, selesai Sial saya dan teman teman keluar, bersitirahat, ngobrol ngalor ngidul, sampai akhirnya kami memutuskan untuk lebih dulu pulang ke penginapan karna tubuh sudah terasa lelah. Akhirnya saya dan teman teman berpamitan dengan teman teman di sana.

Hati saya begitu senang bisa menjadi saksi Blackdust Showcase, mungkin ininkali pertama dan terakhir label Records Bangsat ini membuat showcase. Malam itu seakan rasa kesal di tengah kemacetan di Jakarta tadi hilang begitu saja, show yang begitu intim di gelar begitu saja oleh Blackdust Records, label Records kawakan yang selalu saja punya stock band band bagus, merekomendasi band band Hardcore yang selalu bagus. Semoga, di waktu waktu selanjutnya akan adalagi show seperti ini di manapun dan siapapun yang membuat. Bukan saja di Jakarta, Bandung atau kota kota besar yang lain, saya harap suatu saat saya dan teman temanpun bisa membuat show seperti ini di kota sendiri.

Terimakasih Blackdust Records, Panjang umur selalu!


Photo by Penulis

Photo by Penulis

Instagram : @blackdustrecords



salam
Penulis



RINGKASAN ABOMINATION OVER JAVA 2022

Setelah kita semua dihantam pandemik selama kurang lebih dua Tahun, akhirnya tahun 2022 Incinerated kembali membangun jadwal dan merealisasikan agenda Tour mereka setelah tertunda pasca debut rilis Album mereka yang bertajuk "Stellar Abomination".  Delapan kota deal dan menyetujui kedatangan Incinerated dalam lawatan Tournya di setiap akhir pekan pada bulan Oktober & November, Seperti Surabaya, Batu, Kediri, Solo, Semarang, Yogyakarta, Tangerang dan Bogor. Beberapa kota tersebut adalah kota baru untuk Incinerated untuk didatangi.

Flyer by Y.F

Bulan Tanggal tujuh di Bulan Oktober, mereka berangkat menuju tiga kota pembuka di Jawa Timur.
Surabaya menjadi kota pertama untuk mereka datangi, Surabaya cukup mengejewantahkan cuaca panasnya dengan line up yang begitu agressive seperti Marax, Deathroned, Dissposed, Unscared, Bloodfed, Slugs dan Dissident. Malam yang cukup panas, walopun di luar Venue gerimis turun cukup lama, tapi arak dan obrolan - obrolan teman teman di sana yang begitu Intens menjadikan malam itu sempurna untuk kota pertama Incinerated. Sampai di penghujung, Incinerated menggeber dengan enam lagu dalam setlist nya. Singkatnya, setelah acara selesai Incinerated bersama rekan rekan dari Surabaya menuju tempat Makan dan untuk beristirahat, menyimpan energi untuk besok.

Keeseokan harinya, Pada siang hari mereka berangkat menuju batu. Tepat dihari ke tujuh, Incinerated datang ke kandang Singa yang baru saja tertimpa musibah, (RIP Kanjuruhan).
singkat saja, mereka sampai di Venue sore hari menjelang malam. Sangat berbeda dengan Surabaya kemarin, kota Batu sangat dingin di tambah Venue yang dibuat oleh Ciwen dan rekan Titik Dua Kolektif di tengah kebun sayur milik warga, sangat menarik hasrat untuk menenggak arak sekedar menghangatkan suhu tubuh. Moor, Deafen, Intracranial, Down of Impurity dan Deathroned menjadi Line Up di kota Batu kala itu.
Setelah acara selesai, Incinerated bersama Ciwen dan rekan rekan Titik Dua Kolektif menuju tempat istitahat, sayang sekali, setelah Batu salah satu member Incinerated harus lebih dahulu pulang dan akan show dengan empat orang karna satu dan lain hal.

Show must go on, Tour tetap berlanjut. Keesokan hari nya Incinerated berangkat ke terminal menuju Kota terahir di Jawa Timur yaitu Kediri. Sebuah insiden terjadi ketika Incinerated menujur ke Kediri setelah Batu yang mengakibatkan keterlambatan yang agak sedikit parah memakan waktu, tapi sesampai nya di sana, Incinerated tetap disambut dengan begitu baik oleh Dodo dan rekan rekan Endless Riot. Tak makan waktu begitu lama, Incinerated membuka Lapakan niaga mereka dan melakukan show mereka di kota terahir Jawa Timur.

Photo by Titik Dua Kolektif

Pekan berikutnya, Incinerated melanjutkan perjalanan Tour mereka ke Solo dan semarang. di tanggal 15 Oktober, Incinerated berangkat pagi hari dari Cirebon menuju kota Solo, sore hari sesampai di Solo Incinerated di sambut hangat oleh mas Beni dan rekan rekan Alengka Management. Karna waktu yang mepet, dari Stasiun Purwosari  Incinerated berangkat menuju venue untuk melakukan cek sound dan lanjut malam harinya Incinerated Bersama Gloom, Deathroned, Monster Kid, menyalakan api untuk kota Solo yang begitu ramah menyambutnya. Selesai acara, Incinerated bersama mas Beni dkk Alengka menuju tempat Istirahat, dengan arak khas jawa yang ramah di namai Gedang Khlutuk, Incinerated bersama mas Beni dan rekan rekan menghabiskan malam dengan obrolan obrolan hangat.

Esok siangnya berangkat menuju Semarang dengan bus umum, tak makan waktu begitu lama karena jarak Solo - Semarang tak begitu jauh Incinerated sampai di Semarang, lalu lanjut menuju ke rumah teman kami (Dodi) untuk beristirahat sebelum show. Dodi dan rekan rekan Pinggiran Kota Kolektif lah yang membantu Incinerted membuka titik tour di Semarang, dengan Studio Gigs yang begitu intim bersama Crush Off, Ventor, Slakter, Incinerated membawa panas nya kota semarang dengan api yang menyalak malam itu, bertukar energi dengan putaran gedang khlutuk yang tiada henti.
Selesai dari Semarang, Incinerated punya waktu istirahat lumayan panjang singkatnya sampai tanggal enam November Incinerated berangkat ke Yogyakarta untuk kota enam mereka.

Gloria Nox Aeterna, itulah nama acara di Yogyakarta. Berangkat dari Cirebon pukul tiga dini hari Incinerated sampai di Yogyakarta pukul dua belas siang. Langsung menuju Venue untuk melakukan Cek Sound, kami di sambut ramah tamah oleh Yoga, Okta dkk di Yogyakarta. Incinerated bersama Doldrey, Nokturnal, Durga, Masakre, dan Deathroned menuntaskan tugas nya di Yogyakarta. Begitu hangat malam itu, bertemu rekan rekan di Yogyakarta dengan obrolan, dan di tambah minuman yang terus tiada habisnya.

Selesai dari Yogyakarta, pekan berikutnya Incinerated berangkat menuju Tangerang dan Bogor. Dua kota terakhir untuk Abomination Over Java Incinerated Tour. 

Dua belas November Incinerated melanjutkan Tournya berangkat menuju Tangerang - Bogor. karna satu dan lain hal Y.N absen untuk Tangerang - Bogor maka sesi live show Incinerated di isi oleh Inferno. 


Photo by Gloria Nox Aeterna

Photo by Gloria Nox Aeterna

Sampai di Tangerang Incinerated langsung menuju Venue (Jogja Studio), Studio kawakan yang sering di pakai untuk beberapa band Tour menurut Beryl dkk Tangerang di sana. Malam itu atmosphere Tangereang yang panas di isi line up dengan beberapa band seperti Dishold, Malam Jumat, Extreme Hate, Molenvlien. Beberapa botol homer hasil belanjaan bos Beryl dkk pun menjadi tambahan penghangat malam itu. Beres, Incinerated dkk Tangerang pun di ajak untuk berkuliner nasi Jagal malam itu sebelum akhirnya beristirahat di kediaman Bimo.

Esok sore hari di bawah mendung nya langit Tangerang, Incinerated berangkat menuju Bogor. Kota terahir dalam lawatan Tour Abomination Over Java. Bertepatan dengan Showcase Gutless Recs, Incinerates juga di bantu oleh Yogga Beges, dan Latif untuk show mereka di Bogor. Bersama Infitar, Finsmooth dll nya Bogor yang hujan sejak siang hari menjadi hangat, sampai di penghujung waktu acarapun selesai dengan ssempurna, tidak ada insiden apapun ataupun issue apapun di sana. Bogor menjadi kota terakhir yang begitu hikmat untuk Abomination Over Java Tour Incinerated.

Incinerated melakukan Tour secara mandiri tanpa sponsor apapun dan darimanapun, bermodalkan Komunikasi dan koneksi, uang pribadi masing masing member dan perniagaan seperti merch & rilisan yang mereka punya, mereka berangkat dengan esensi Underground yang masih mereka percaya.

Tulisan ini benar benar sesederhana mungkin dan sesingkat mungkin, sedikit atau mungkin kecil bentuk nya rasa Terima Kasih Incinerated, tulisan ini mewakili didedikasi untuk semua teman - teman yang dengan tulus hati membantu membuka jalur atau titik untuk tour Incinerated. Maaf jika ada nama orang, Tempat, Kota, Kolektif atau apapun yang tidak kesebut namanya.

Terima Kasih banyak, Semoga Incinerated bisa kembali ke kota teman - teman tadi atau bahkan bisa menambah daftar kota untuk tour tour selanjutnya. 

Photo by Titik Dua Kolektif

Photo by Fadhil (Gone Blind Recs)

Salam
- Penulis


Death Works!!

Panjang rasanya jika kita berbicara Seni, karna yang saya rasa Seni tidak pernah ada batasnya dan yang pasti memiliki rulenya masing - masing. Di tengah Pandemi Covid - 19 ini saya berkesempatan bisa menginterview seorang artworker muda yang lahir dari sken underground asal kota batagor, namanya saya rasa sudah tidak asing lagi untuk sken underground, karyanya sudah cukup banyak, beberapa band lokal seperti Masakkre, Ancient, Kontrasosial atau bahkan beberapa pamflet gigs luar maupun lokal sudah pernah dia garap artworknya, Sarcofagore.....!!!!
Sarcofagore work
Bagaimana kabarmu di Bandung bung! Silahkan beri sapaan untuk para pembaca interview mu!

HALO SKITCHAIN DAN PARA PEMBACA, KABAR SAYA BAIK DAN MUDAH MUDAHAN SIAPAPUN YANG MEMBACA INI JUGA BAIK DITENGAH PANDEMIK INI, TERIMAKASIH UNTUK SUPPORT DAN APRESIASINYA

Sejak kapan kamu mulai menggambar? dan apa yang pertama kali kamu gambar dan untuk siapa? sebuah band kah atau personal saja? mungkin bisa sedikit kamu jelaskan..

Sejak kecil saya hobi menggambar, Karya pertama saya yang di publish untuk umum adalah “The Old Dark Tyranny” untuk Ancient. Saya konsisten menggambar untuk diri sendiri sebelum menjadikan menggambar sebagai mata pencaharian
Ancient by Sarcofagore

Jika kamu senang menggambar,apa awal tujuan mu untuk menggambar? bisa kamu ceritakan sedikit...

Saya mulai menggambar secara konsisten dan disiplin semenjak masuk jenjang kuliah pada tahun 2008 , pada masa itu saya sering menggambar untuk melampiaskan kejenuhan saya terutama kepada karya karya yang bersifat akademis. Tujuan utama saya menggambar adalah untuk hidup, penyaluran, pelepasan emosi dan spiritual

Pijakan pertama mu dalam dunia menggambar, siapa clyent pertamamu? mungkin personal atau sebuah band kah? dan bagaimana rule yang kamu terapkan ? mungkin bisa kamu jelaskan dan ceritakan pengalamanmu ..

Band pertama yang saya kerjakan untuk keperluan komersil adalah Ancient (Bandung) ,Tidak lamasetelah itu saya dikontak untuk mengerjakan sebuah merchandise untuk Outer Heaven (Pennsylvania) dan sebuah Flyer Show yang berline up kan Necrot , Acephalix, Pherenelith, dan Ulthar di Oakland. Saya rasa Algoritma sebuah media sosial dan karya Flyer Show berkontribusi besar sebagai promosi, karena setelah itu band band, record label, dan show promotor secara berkelangsungan mengontak saya untuk bekerja sama.

Soal Rule, saya mengkurasi klien klien yang memiliki kesamaan irisan/benang merah secara konsep dalam aspek audio dan visual . tentu saja ada kompromi yang saya terapkan dalam situasi tertentu. Secara teknis saya memiliki Proses Kreatif yang harus dihormati dan disetujui oleh klien di awal perjanjian.


Gigs Flyer by Sarcofagore
"Seniman" apapun, entah itu berkecimpung di dunia musik, film ataupun gambar, pastinya punya influence masing masing bukan, siapa influence mu untuk menggambar dan sampai menekan kan niatmu sendiri bahwa kamu berniat untuk menggambar
‘Seniman’ menurut saya sebuah label yang sangat berat pertanggung jawabannya, Perlu saya jelaskan bahwa saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai seorang seniman. saya hanya seorang yang memiliki rasa, berkarya dan mendedikasikannya terhadap apa yang saya sukai. Seniman yang berpengaruh cukup kuat untuk serius berkarya antara lain Bernie Wrightson , Tatang S, Mark Riddick, dan Morrg.
by Sarcofagore
Mungkin semua pelaku seni pasti mencari sebuah sumber inspirasi untuk hasil sebuah karya dalam kepuasan tersendiri, biasanya apa yang biasanya kamu lakukan untuk mendapatkan inspirasi untuk sebuah gambarmu? apakah kamu membutuhkan hal spiritual untuk membuat sebuah gambar?

Banyak Hal yang saya lakukan untuk mendapatkan inspirasi, Referensi visual saya banyak dipengaruhi cover album, poster propaganda perang dunia, komik, dan film horror.Selain itu saya banyak terinspirasi dari penggalan lirik lirik dan buku yang saya baca. Dari buku manual sampai novel fantasi, saya selalu menemukan hal hal yang menarik untuk divisualkan dari berbagai macam cerita dan gagasan oleh triliunan orang yang masih hidup dan sudah mati diluar sana. Ibadah Mendengarkan album album Heavy Metal merupakan ritual wajib yang saya jalankan setiap hari sebelum beraktifitas!

Biasanya seorang artworker ketika sedang menggambar ditemani minuman keras atau mungkin secangkir kopi sembari mendengarkan musik, musik atau band apa yang paling sering kamu dengarkan ketika kamu sedang menyelesaikan gambarmu? Dan apakah musik juga bisa menjaga mood mu untuk menyelesaikan sebuah gambar? 

Saya lebih sering ditemani Kopi Hitam dan Rokok kretek,musik sangat berpengaruh dalam proses saya berkarya. Beberapa Album yang sering saya dengarkan saat menggambar antara lain: DustHard Attack / Dust,  Black MagicWizard’s Spel, Wovenhand Consider The Bird , Autopsy -  Mental Funeral , ABBAArrival

hal gila apa yang pernah kamu temui selama menggambar? atau mungkin ada pengalaman menarik yang bisa kamu ceritakan sedikit disini? dan apakah kamu sempat membuat band dan bermain musik juga?

Saat ini saya sedang aktif  mengisi bass dan menyiapakan rilisan dengan sebuah band bernama Dentomi . Well saya pernah mengalami mimpi buruk dan terjebak dalam suasana dan visual yang saya kerjakan haha!

Hal menarik yang bermakna untuk saya sejauh ini adalah bertukar ide , berkontribusi,  dan bekerja sama dengan orang orang yang passionate dan gila dari belahan dunia lain!

by Sarcofagore

Mungkin ini adalah salah satu pertanyaan yang agak kurang penting dari banyaknya pertanyaan sebelumnya, Anyway apa band favoritmu? apa band favoritmu yang kamu dengar ketika menjawab interview ini?


Hampir setiap hari saya mendengarkan Slayer. Band band fav saya antara lain adalah early Sepultura, Mutilator, Sextrash. Apakah mereka masuk kategori ekstrim? Salah satu dari band petua favourite yang saya kerjakan saat menjawab interview ini adalah Master! 

Di tengah wabah pandemi seperti sekarang ini banyak Lockdown adalah salah satu cara untuk menghentikan penyebaran virus tersebut, mungkin lockdown atau tidaknya kesibukanmu yang pasti adalah menggambar, tapi apa ada kegiatan selain itu di tengah pandemi Covid-19 ini yang sedang kamu kerjakan?

Selain commission works yang sedang saya kerjakan, saya sedang menyiapkan agenda pameran dan perniagaan untuk menyambung hidup 

Evil by Sarcofagore
Yang menarik perhatian saya dari awal selain karyamu adalah sebuah nickname  "Sarcofagore". Apakah kamu maniac Sarcofago? Jika kamu menyukai Sarcofago, apa lagu dan album favoritmu?

Betul! ironinya saya tidak berpikir panjang dan mendalam saat menggunakan nickname ‘Sarcofagore’. saya menggunakan nickname ini sebagai bentuk dedikasi dan apresiasi dalam bentuk semi bercanda. Seluruh lagu di Album INRI merupakan favorit saya. Energi dan Spirit mereka pada album itu bagaikan bahan bakar untuk kendaraan saya

Terlihat goresan penamu mempunya karakter yang kuat menurut saya personal, bahkan sudah bisa di bilang gambarmu dapat dan mudah di kenal orang, disebut apa karakter gambarmu dalam dunia gambar? 

Saya tidak tahu pasti secara resmi dan akademis, saya hanya menggambar apa yang saya suka dan menarik untuk saya. Mungkin Ilustrasi Hitam Putih Tradisional

Mungkin akhir-akhir ini sudah banyak sekali Artworker muda bermunculan dan bisa di bilang Karakter goresanmu pun sudah banyak sekali yang menerapkan pada gambar2nya, adakah hal yang mengganggumu terkait dengan hal itu?

Tidak, sebaliknya saya semakin termotivasi untuk berkembang dan bertanggung jawab pada karya saya. Biarkan hukum alam menyeleksi dan membentuk karakter mereka sendiri melalui kejujuran berkarya dan memaknainya melalui proses dan konsistensi secara natural.
Kontrasosial by Sarcofagore
Okay sebuah pertanyaan terahir dari saya, apa yang belum kamu capai sampai hari ini dalam dunia Gambar? dan apa salah satu band yang pengen banget kamu buatin gambarnya?

Entahlah saya tidak terlalu memikirkannya, mungkin menggelar sebuah pameran solo dalam bentuk tur dan merilis buku suatu hari nanti

Salah satu band itu adalah Slayer dan mereka sudah tidak ada semenjak tanpa Jeff Hanneman dan Dave Lombardo sehingga tidak mungkin akan saya capai! Haha!

Outer Heaven merch by Sarcofagore

by Sarcofagore
Terima Kasih banyak banyak Sarcofagore sudah meluangkan waktu untuk interview ringan ini bersama Skitchain Blog Zine!!
Lewat mana menghubungi kamu untuk commission works?!! Beri kalimat terahir untuk Skitchain dan pembaca!!!

Long Live Sarcofagore!!!

Terimakasih banyak Skitchain untuk support dan apresiasinya! 
Perihal Artwork , Silahkan bertegur sapa melalui email:

LONGLIVE SKITCHAIN DAN PEMBACANYA, BESTIAL REGARDS AND METAL TILL DEATH..
Sarcofagore
For Commission Works!
Instagram ; @sarcofagore
Email ; sarcofagore@gmail.com

DEATH DEALER

Sepertinya saya tidak perlu berbasa basi untuk memulai interview bersama salah satu Death Metal unit yang baru saja merilis sebuah album ke tiganya yang bertajuk Eleventh Formulae ini!

Deathblessed Exhumation! atas album ke tiga kalian Eleventh Formulae, dengan single mors gloria est, Exhumation kalian berada tepat diatas jurang kematian yg membuka lebar gerbang hitam untuk memudarkan harapan. Eleventh Formulae terdengar berbeda dari magnum opus kalian yg sebelumnya (Opus Death), kali ini lebih aggressive penuh semangat dan lebih raw, tentunya bagaimana proses album ini berlangsung? Siapa saja yang terlibat? dan Apa yg mendasari title Eleventh Formulae?mungkin kalian bisa jelaskan lebih spesifik mengenai Eleventh Formulae

 
Death Metal Bearer


Terima kasih. Inisiatif untuk tajuk album ketiga kami sebenarnya bukan Eleventh Formulae tetapi ternyata bentangan siratan dan suratan takdir mendorong Bones dan saya untuk memutuskan dengan berani Formula Kesebelas adalah konsensus atas kegigihan kami dalam mendedikasikan seluruh jiwa untuk Death metal selama sebelas tahun terakhir. 

Eleventh Formulae bukan sekedar opus tipikal untuk merayakan "ulang tahun" sebuah band agar tampak lebih senior. Bila Anda bisa membayangkan betapa elok dan merdunya entitas Kaos dalam Kematian, Eleventh Formulae lahir dari rahim tersebut.

Seperti yang sudah tumbuh dalam dua album sebelumnya, Hymn to Your God dan Opus Death, semua karya kami termanifestasi secara natural. Namun tentunya manusia tak luput dari sifat ketidakpuasaan, artinya kami selalu mencoba menyajikan suatu karya yang tentu saja lebih representatif dari dua karya sebelumnya. Premis album representatif bagi kami tak hanya sekedar produksi suara tetapi masih banyak faktor lainnya. 

Kami banyak melibatkan seniman dan kamerad bertalenta terdekat kami seperti Simon (Possession, Saqra's Cult dan Terrifiant) dan kami juga kembali berkolaborasi dengan Riris yang sebelumnya sudah membantu debut kami. Sedangkan produksi suara masih dikemudikan Devid Salasughi dan Bable (Metallic Ass) kemudian artwork secara keseluruhan dieksekusi B. Mors (Fallenlight).


Cover album kali ini terlihat memikat, dan tentu saja bersama Mors yang bertanggung jawab atas pengerjaannya. Apakah ada maksud tertentu dengan gambaran tersebut? mungkin bisa kalian berikan pencerahan maksud dari cover album kali ini?

Makna dari sampul album yang sudah ada di depan mata publik sewajarnya bukan milik saya ataupun Bones tetapi tafsir ini murni milik kalian. Pun bila seseorang memaknai sampul album ketiga begitu memikat atau sebaliknya membuat hati seseorang justru membuncah, kemungkinan besar di situ peranan Kaos dalam kehidupan, begitu megah tetapi membuncah. 

Hanya B. Mors bisa menjawab secara rinci di balik artwork Eleventh Formulae, saya bukan manusia yang berkapasitas lebih untuk menjawab pertanyaan terkait secara eksplisit. Namun yang jelas B. Mors benar-benar mampu menelanjangi setiap definisi dan potensi dari intuisi kami ketika kali pertama saya dan Bones merepresentasikan visualisasi Formula Kesebelas. Mungkin itu yang menjadi asas berpikir kami bahwa tidak ada seniman lain di planet ini yang bisa mengejawantahkan devosi Exhumation bisa sejauh ini dalam Death metal.


Berbicara mengenai Grave (Gre) mengingat kalian sekarang sebagai duo, setelah sekian tahun bersama pasti begitu berat, bagaimana keputusan ini diambil?

Grave yang mengambil keputusan bukan kami. Mungkin begitu cara hidup bekerja, ada yang datang mencoba bertahan bak ombak mendesak batu karang tetapi kemudian menghilang. Pun tidak kah kalian menyaksikan ada Sebelas ketika kami sekarang berdiri di atas karang? 

Mungkin ini adalah pertanyaan yang sering sekali di tanyakan,apa tujuan utama lahirnya Exhumation hingga sekarang?dan mengingat Exhumation terlahir dari rahim ug dan merupakan salah satu band death metal yang berbahaya di indonesia atau bahkan asia, bagaimana tanggapan kalian terhadap band band death metal yg dilabeli komersil?

Kami hanya mengamalkan amanah Exhumation sejak hari pertama dilahirkan untuk memanifestasikan Death metal semurni emas. Kali pertama saya menginisiasi Exhumation tahun 2008 silam, satu hal yang terlintas dengan mantan gitaris hanya memproduksi musik underground dan extreme tanpa label Death metal ataupun terminologi musik metal lainnya, dengan catatan kala itu kami hanya anak muda dungu yang bermodalkan ketidakwarasan dan kegilaan tanpa alat kritik yang konkret dalam memaknai musik dan hanya selalu berupaya menjadi paling seram dibandingkan dengan band lainnya. 

Terkait band metal komersil. Saya dan Bones jelas mengantongi persepsi komprehensif yang berbeda terkait hal tersebut. Meski dewasa ini saya semakin tidak perduli karena isu tersebut sama sekali bukan masalah kami.Namun saya secara pribadi dengan premis konservatif metal yang saya kembangbiakkan mencoba dengan keras mengerti bila hanya sedikit dari banyak diehard sadar bahwa Death metal itu bongkahan emas bukan lumbung emas. Artinya musik metal khususnya Death metal bagi saya memang harus terus digali bak bongkahan emas yang tidak bisa sembarangan dipungut dari jalan dan justru bukan diakomodasi untuk komersialisasi. Itu substansi yang saya pegang teguh sampai saat ini

Namun di sisi lain, mungkin ini budaya pelaku musik extreme di negara berkembang seperti Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, lapar akan hingar bingar metal showbiz atau memandang komersialisasi semacam ini adalah tatanan menuju pembaharuan dalam industri musik extreme. 

Sekali lagi tidak ada yang salah tidak ada yang benar dan tidak ada yang absolute dalam musik extreme. Semua punya hak yang sama untuk bebas memilih bibit yang mana harus ditanam. 

Apakah Exhumation berhubungan  dengan kehidupan kalian? bagaimanakah cara kerja musik ini berpengaruh di dalamnya? dan bagaimana kalian menghubungkannya dengan keseharian kalian? atau sebaliknya?

Bila umat Muslim girang ke masjid, Kristiani damai di Gereja dan lainnya, sama halnya dengan Exhumation yang menjadi pedoman hidup kami. Exhumation membentuk cara kami mempersepsikan sesuatu hal, mempermudah cara bersosialisasi, menjamin kemerdekaan kami untuk bertindak segila apapun dan segala hal yang begitu arif dalam hidup lainnya.






Exhumation Logo

Estetika dalam bermusik ataupun berkesenian,menurut saya memang perlu suatu kegilaan dan kekacauan dalam diri untuk menghasilkan karya yang memuaskan,anyway diluar dari kesibukan kalian di Exhumation,apakah ada kesibukan dari kalian yang berkecimpung dalam dunia seni?

Saya tidak terlalu ingin skeptis dengan apa yang sedang digali Bones, karena saya sangat menghargai privasi, yang saya tahu dia memiliki hasrat yang sangat tinggi terhadap suatu hal yang berbau magis kemudian memanifestasikannya ke dalam karya seni.

Sedangkan saya dalam proses merilis antologi puisi tahun depan. Jadi saya tampaknya bakal kewalahan dengan agenda tersebut

Eleventh Formulae akan segera dirilis oleh Pulverised Records, salah satu label terbaik selama satu dekade lebih dalam skena metal. bagaimana Exhumation menjalin hubungan yg begitu baik dengan Pulverised Records?

Interaksi kami mulai 2010 lalu. Kami mencoba komunikasi dengan Pulverised Records dengan koridor networking alias kami meminta sedikit bantuan Shyaithan Impiety dan Ashir Infernal Execrator untuk menyerahkan demo kami kala itu ke Pulverised. 

Singkat cerita mereka menolaknya, kemudian kami terus meyakinkan label dalam beberapa tahun berikutnya dan membuktikkan kekacauan dan kegilaan kami memang pantas di mata Pulverised Records. Akhirnya pihak label sepakat untuk meminang kami usai menyaksikkan seremoni kami dalam rangkaian tur Opus Death 2014 lalu. Mungkin kami mujur bak mimpi setiap diehard, label impian menyaksikkan kegilaan kalian di podium kemudian meminang kalian.






Picture By Jarza



Positifkan semua rencana kalian!!!mutlak pasti kalian menyusun rencana untuk terbang dan kembali menjalankan ibadah tour kalian,di album ini apakah ada hal berbeda dalam rencana tour dari album album sebelumnya?

Kami mengantongi beberapa titik tambahan untuk tur Formula Kesebelas. Semuanya yang jelas lebih jauh dan luas. Kami sepakat untuk ke Asia dan Eropa dengan album ketiga Exhumation. Untuk weton atau tanggalnya pasti menyusul.

Mungkin ini agak terdengar blak-blakan tetapi memang harus dinyatakan menanggapi kalian sebagai band ug, hal apa yang paling mengganggu dari para maniacs? dan apa tanggapan kalian atas apa yg kalian capai sekarang? adakah kerisauan di dalamnya?


Adalah cara sebagian orang mempersepsikan Exhumation sebagai produk ataupun barang dagangan lainnya dalam konteks mereka punya banyak harapan bisa membeli kami dengan Rupiah, mengajak kami bermain dalam satu acara dengan satu catatan "Berapa fee untuk 7 lagu Exhumation?". Mungkin itu salah satu budaya di sini, sangat lazim, saya coba memaknainya meski hal itu terjadi beberapa tahun lalu hingga sekarang.  Bila ada barang yang tidak bisa dibeli dengan uang, itu Exhumation, band ini tidak ternilai pundi bagi saya secara spiritual. Kami bukan parodi harus menghibur sebuah podium yang dipenuhi spesies seperti itu. 

Kami tidak pernah berharap lebih dengan Exhumation, apa yang diraih itu hanya secuil bonus yang wajar diterima karena kami melakukan hal ini sepenuh hati. Tidak pernah ada kegundahan di hati kala kami bersama Exhumation di atas ataupun di bawah podium, kami memaknai semuanya sama dan setara kala ada Exhumation di pundak kami. Kami juga tidak pernah terlintas sejengkal pun untuk mundur dari medan perang Exhumation. Pun bila ada waktunya berhenti, itu bukan sinyal bendera putih tetapi trofi sudah di tangan dan saat yang tepat untuk meninggalkan keramaian lalu mengendap dalam kesunyian. Mors Gloria Est!


Last Opus menjadi penutup dari semua rangkaian cerita Opus Death,kalian membuat sebuah penutup dengan hikmat di Yogyakarta sampai akhirnya terlahirlah Eleventh Formulae, apakah Exhumation menyimpan rencana Party Rilis untuk membuka gerbang Eleventh Formulae?

Sampai saat ini kami belum menemukan weton yang tepat terkait "Release Party". Mungkin lantaran kami terlalu sibuk memikirkan agenda Exhumation lainnya. Saya kira lepas debut Hymn to Your God, kami bukan lagi seperti "Release Party band". Pun bila ada suatu plot untuk mengapresiasi Formula Kesebelas, semestinya itu menjadi invitasi bagi kalian semua untuk merayakan kemenangan bersama Exhumation.



Picture by Jarza


Sesuai dengan title album ke tiga kalian,pertanyaan kesebelas menjadi pertanyaan terakhir dari kami,bagaimana tanggapan kalian mengenai agama, kemanusian, kehidupan dan kematian?dan dimana kita bisa order Eleventh Formulae?

Semuanya memiliki derajat yang sama di depan mata Kematian bila kita memaknainya tanpa mendiskriminasi salah satu entitas di atas.

Eleventh Formulae bisa dipesan melalui Pulverised Records untuk format CD dan VINYL. Kemudian narahubung untuk format kaset bisa melalui Mastema Musik dan Lycanthropic Chants. Kami akan menambah edisi terbaru untuk format kaset, sila ditunggu kabar baiknya.


Terima Kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk interview dengan Blogzine ini!!!Kalimat terakhir untuk menutup Interview ini?

Terima kasih banyak sudah menyokong kami.

DEATH TO EXHUMATION. EXHUMATION TO DEATH!







Photographi by Rudi Wicaksono








Contributor question by DM



Valour Music (Records Label)

Kembalinya rilisan fisik setelah sekian lama menghilang bisa jadi disebut kembalinya pula para penggiat musik jadi lebih semangat dalam membuat karya, disitulah mungkin kurang lebihnya sebuah Records Label ambil peran dan andil besar, membantu memasarkan bahkan merilis sebuah karya dari sebuah band adalah cara mengapresiasi sebuah karya musik.

Seperti yang sekarang akan saya interogasi, Records Label berbasic Underground asal depok yang semula dikenal dengan nama Hydra Music kini berevolusi menjadi Valour Music. Nama yang gak asing bagi para pecinta rilisan fisik, terutama rilisan Death/Thrash ataupun Black Metal di sini.


Hallo Valour Music, senang sekali rasanya bisa berkesempatan melakukan perbincangan dengan juragannya hahaha, sila beri sapaan untuk membuka interview kita ini


Hail Deathrasher!! Terima Kasih sudah total support ke VM, sehingga sampai saat ini masih bisa merilis band - band kesukaan saya!!! hahahahaha...


Okay kita langsung pertanyaan pertama untuk juragan ya, setelah cukup lama dengan nama Hydra Music, apa yang terbesit dipikiranmu sehingga akhirnya harus berganti nama dengan nama Valour Music? apakah ada sesuatu sampai akhirnya harus berganti nama atau hanya sekedar penyegaran saja ingin berganti nama?


Hydra Music adalah kolaborasi antara saya dengan teman saya Ferdian Arif, yang dimana terencana dan berkeinginan merilis album dalam format kaset yang dimana album tersebut belum pernah dirilis dalam format kaset. "Sekali lagi, Hanya album sebuah band yang belum pernah dirilis dalam format kaset". Sedangkan keingintauan saya terhadap sejarah sebuah karir band (terutama band 80-90) yang dimana pertama mereka lakukan adalah membuat sebuah Demo Tapes atau hanya EP yang sekarang dibandrol dengan harga ratusan dollar dan saya gak mampu belinya, hahahahah... disitulah saya mencoba memberanikan diri untuk membuat sebuah Records Label yaitu Valour Music untuk merilis ulang demo - demo tersebut. Desember kemarin adalah tahun ke 4 Valour Music.





Centinex by Hydra Music




Cukup terkenal dengan ciri khas nya, sering merilis band dengan benang merah OSDM , berapa banyak band lokal yang memainkan musik OSDM sendiri yang sudah VM rilis?


Kita kategorikan merilis band lokal (Indo) saja yah, Baru empat saja, Epitaph  (Balikpapan), Carnivored (Tangerang), Kremush (Purwokerto/Ciputat), dan Umbra Mortis (Jakarta)


Kita kembali ke pembicaraan awal, mengingat owner VM sendiri adalah kolektor fisik yang bisa dibilang kawakan, bagaimana pendapatmu untuk sebuah rilisan fisik? berikan pendapat, apakah pantas disebut "Pencapaian" ketika sebuah band merilis sebuah karya dalam format rilisan fisik? entah itu dalam format Kaset Tapes, Cd, atau bahkan Lp?


Berbicara rilisan fisik yah, hemmm.... kalo menurut saya sih bukan bentuk sebuah pencapaian, tapi salah satu upaya melestarikanbentuk rilisan fisik itu sendiri, yang mana semakin kesini sudah semakin kalah dengan era official digital. Banyak juga kok band band yang merilis albumnya dalam format digital bahkan bisa menjualnya, dan juga mereka menggunakannya sebagai media promosi karyanya. Sebuah bandpunya karya menciptakan lagu, membuat album itu baru namanya pencapaian hehe 666x





Old logo Valour Music from FB




Valour Music sebuah Records Label yang notaben nya Records Label Underground , pasti punya kriteria tersendir untuk merilis sebuah band? apa ada kriteria untuk VM ketika akan merilis sebuah band? 


Kriterianya yang saya suka dan saya mau rilis saja, No Needs Many Words!


Sejak berdirinya VM, sudah berapa banyak band yang berhasil dirilis?


Desember kemarin rilisan terakhir di tahun 2019 "Old Funeral - Abduction of Limbs" rilisan yang ke 52, tapi nomor katalognya VALOUR056. hahahaha.....


Pertama kali saya mengetahui VM  sampai akhirnya mengikutinya, terlihat rilisan yang paling sering dirilis oleh VM dalam format kaset dan mecrh official t-shirt, apa VM punya rencana lain dalam merilis sebuah band? mungkin dalam format Cd atau Lp?


Ingin sekali merilis dalam format LP, ya semoga saja kelak kesampaian...



Ketika sebuah Records Label akan merilis sebuah band pastinya punya kedala dan problem tersendiri bukan? apa contoh problem paling mendasar bagi VM ketika akan merilis sebuah band?



Problem paling mendasar dan yang paling sering saya temui yaitu mencari rekaman master dari band tersebut (yang akan dirilis), karena banyak beberapa band yang saya rilis sudah gak punya master record nya dan mereka ga percaya akan sebuah Label (bukan hanya VM saja) yang mau merilis ulang karya mereka di masa mudanya mereka..



Kita semua pasti tau, kegilaan VM semakin memuncak ketika VM goal merilis ulang Bolt Thrower album Those Once Loyal dan Demo #1 Incantation, belum lagi kobaran api semakin membesar ketika Divus De Mortuus milik the legend Black Death Necrovore  berhasil dirilis ulang oleh VM,  bisa ceritakan sedikit bagaimana itu terjadi? 



Merilis Bolt Thrower - Those Once Loyal sebenernya itu untuk Hydra Music, seperti konsepnya yang saya jabarkan dipertanyaan pertama tadi, karna teman saya sedang sibuk dan sudah di tanyakan terus menerus oleh pihak pemegang licenses, jadi saya rilis via VM saja... Incntation Demo #1 itu sebenernya saya sudah deal di awal tahun 2018, karena kesibukan band tour antar benua jadi saya harus menunggu. Akhir tahun 2018 dimana ada kabar Incantation akan mengadakan tour Asia bertajuk "Siege Of The Profane Asia Tour 2018" dan salah satu negara yang dituju ada Indonesia, mendengar kabar itu senangnya gak bisa diungkapkan coooooooy!!!!! hahahaha...... singkat cerita saya berbicara lagi dengan John McEntee  founder members of Incantation dan Finally Incantation - Demo #1 Reissue format kaset dirilis dalam waktu yang bersamaan dengan tour mereka di Asia, dan rilisan ini sangat sangat sangat special buat saya pribadi..... "Thanks yang tak terhingga buat kawan - kawan di Yogyakarta atas bantuan dan cerita yang sangat berkesan, sampai bertemu di blusukan selanjutnya" hahahha.....
Dan terakhir Necrovore Divus De Mortuus itu salah satu dari banyaknya bucket list Demo tapes ajaib saya, yang sangat sangat jarang sekali melihat bentuk fisiknya, "yang bootleg aja jarang apalagi yang bener bener original dengan tulisan tangan sang setan Mr. John DePlachett" hahahaha..... dengan kesabaran juga bantuan dari teman - teman yang luar biasa, dan ada sedikit drama oleh member yang mengijinkan saya merilis ulang demo ini, akhirnya rilis juga demo tapes ajaib ini. Semogarilisan demo ajaib ini bener bener 100% original licenses, dan sang setan mendapat jatah kaetnya hahaha...


Reissue Bolt Thrower - Those Once Loyal by VM 



Reissue Incantation Demo #1 by VM


Necrovore - Divus De Mortuus Reissue by VM





Mengingat kembali sebuah momentum ketika logo VM dibuat oleh tangan sang Legenda Artworker Rokk!!!! (Sadistik Exekution/ Rokk Art) ceritakan kejadian majestic itu??



Pertama kali saya melihat karya Rokk yang luar biasa selain dari gambar gambar cover album SadEx dia juga menggambar sebuah flyer Morbid Angel  ketika tour in Aussie di tahun 1992 dan dijadikan t-shirt ada di bagian back printnya, dan ini pun tau berawal dari kesukaan saya mengoleksi t-shirt t-shirt band. Kini salah satu dari impian saya terwujud, bisa bekerja sama dengannya, 2018 adalah sebuah pecncapaian VM  mempunyai logo permanen yang dibuat oleh Rokk!! hahahahah...
Di halaman pagesnya saya melihat Rokk memosting account bernama  @necroshorns di saat itu juga saya sedang membuat logo VM dengan @necroshorns . Momen yang sangat pas! saya bertanya kepada Necroshorns,  "bisa membantu saya untuk mendapatkan balasan dari  Rokk? saya ingin Rokk membuatkan logo untuk saya", dan akhirnya jadilah Sigil Valour Music dan juga gambar Condor untuk backdroop VM.
Hail Rokk and Hail Necroshorns!!! Fukk You!!!!


Backdroop VM by Rokk Art





Cerita dari pengalaman terbaik sebuah Label Record yang notabennya adalah Underground, belum tentu terjadi pada Records Label lainnya. VM terbilang Label Records Underground yang sudah terhitung lama, apa pernah terbesit dipikiranmu untuk membuat sebuah gigs? mungkin Valour Music Fest? 



Semoga di tahun depan terwujud membuat sebuah festival..amennn!!!



Sebelum pertanyaan terakhir dari saya, beri bocoran untuk saya dan para pembaca sebuah clue, band apa yang akan VM rilis di waktu dekat ini?



Hmm... Berasal dari Norway, dan pernah dirilis oleh Necrohell Productions dan Maniacs Productions  (Run by Maniacs formerly of  Mayhem)



Satu pertanyaan terakhir dari saya sebagai penutup interview ini. Sebuah pertanyaan yang sangat keluar dari jalur di pertanyaan pertanyaan sebelumnya, apakah VM peduli dengan politik?



Peduli gak peduli sih, jadi ngikutin mungkin karena sering terdengar dari obrolan - obrolan sana sini hahaha....






Okaaay bosss, sekian interview kali ini. saya ucapkan terima kasih banyak untuk Valour Music yang sudah sangat meluangkan waktunya untuk menjawab interview ini. Sukses selalu dan panjang umur Valour Music!!!
Saya persilahkan kembali boss VM kembali ke Altar nya untuk menikmati segelas kopi hitam dengan backsound Bolt Thrower nya lewat piringan hitam nya!!!!!

Sampai Jumpa di Journal Interview berikutnya, Salam!
-Repugnantr


VM logo by Rokk Art




Intagram : https://www.instagram.com/mlssa_funeral/
Fb : https://www.facebook.com/MusicValour90/posts/available-on-bigcartel/1661370037521893/




DEATHRONED

Surabaya Death Metal unit, Deathroned . Bergerilia di bawah tanah sejak tahun 2015, mereka mengawali debut Demo mereka ditahun 2016 lalu Spl...